Postingan

Kita baik-baik saja, bukan?

Tuhan, sekarang aku tahu apa yang tidak bisa di hitung kedalamannya apalagi di tebak apa isinya. Ternyata itu hati manusia. 12 tahun aku mengenal dia, berkali-kali bertengkar bahkan tentang hal  spele , tapi itu tidak mengapa. Kita pasti akan baik-baik saja dalam beberapa hari. Karena apa, karena terlalu banyak hal yang membahagiakan dari pada pertengkaran itu. 12 tahun yang lalu, aku dan dia bagai saling menemukan hal yang paling di inginkan pada masa kecilnya. Dia yang menunggu ku dan aku yang sangat membutuhkan teman. Teman yang benar-benar sesuai dengan maknanya. Betapa beruntungnya aku dulu bertemu dengannya yang mengisi memori indah di masa kecil ku. Walau di masa remaja, kami berpisah. Tapi kami tetap mencari cara untuk terus terhubung. Entah apa motivasi nya, tapi itu mengalir begitu saja, kami merasa tumbuh bersama. Bertukar cerita tentang apapun bahkan tentang mimpi yang mungkin di tertawakan dunia. Aku percaya diri di hadapannya, aku merasa dia yang akan terus mendukung ...

20

Gambar
Anak perempuan itu kini sudah 2 dekade umurnya. 10 tahun yang lalu, tidak pernah sekalipun aku lupa. Tentang rasa penasaran, senang dan takut jadi satu. Penasaran tentang siapa yang akan jadi teman sekelas ku. Senang sekaligus takut dengan tempat baru yang tidak pernah sekilas pun aku bayangkan akan ku injak lantai nya. Bangunan nya berwarna coklat, sama saja seperti sekolah ku dulu. Tapi lebih besar dan tidak pengap. Asyik . Orang-orang nya juga tidak sepadat di sana. Di meja kedua pada barisan ke empat dekat jendela. Ada sebuah kursi kosong dekat seorang anak perempuan. Lalu aku di persilakan duduk di sana. Seperti telah di sediakan oleh Tuhan. Atau hanya dugaan ku saja dan padahal itu hanya kelebihan kursi, hehehe . Anak perempuan di sebelahku bernama Ica. Seperti kebanyakan orang, Ica itu hanya panggilan, nama lengkapnya Afrisa Fadilah. Pakai huruf F ya , sekarang dia ribet tentang huruf F itu, padahal dulu dia tidak peduli walau di tulis pakai huruf P. Aku senang l...